Sidang Dugaan Perkara Korupsi Rp39,5 Miliar, Hakim Ingati Mujianto Agar Tidak Keluar Kota

News38 Dilihat

MEDANMajelis Hakim yang diketuai Immanuel Tarigan, memperingati Mujianto (67), terdakwa kasus dugaan pencucian uang senilai Rp39,5 miliar untuk tidak pergi keluar kota.

Hal itu dikatakan Hakim Immanuel setelah sidang lanjutan dengan agenda keterangan saksi selesai digelar di Ruang Cakra VIII, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (31/8/ 22).

Hakim Immanuel mengatakan bahwa status penahanan pria tamatan SMP itu masih tetap menjadi tahanan kota. Karena itu, ia melarang Mujianto untuk keluar Kota.

BACA JUGA :  Dharma Bakti Sosial Permabudhi, Tri Dharma dan Koramil Medan Petisah Bagi Ratusan Paket Sembako

“Bapak tetap jadi tahanan kota, jadi bapak jangan keluar kota, bapak tetap berobat ya,” ucap Immanuel.

Menjawab pertanyaan Majelis Hakim Mujianto langsung,  menjawab bahwa  Ia dalam keadaan sehat-sehat saja.

Hal yang sama juga saat ditanya wartawan, Mujianto juga menjawab sehat.”Sehat, nanti tanya sama pengacara saja,” ucapnya singkat usai sidang sembari berjalan meninggalkan awak media.

BACA JUGA :  Pemko Medan Gencarkan Vaksinasi Booster ke II Covid-19, 15.804 Orang Telah Divaksin

Sebelumnya, Hakim PN Medan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Mujianto dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota. Menurut hakim, Mujianto dalam keadaan sakit dan perlu perawatan. Selain itu, ada juga jaminan uang Rp500 juta dan tokoh Agama.

Mujianto sendiri didakwa dengan Pasal 5 ayat 1 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Tebing Tinggi dan RS Sari Mutiara Lubuk Pakam Gelar Pelatihan PPGD Bersama Pegawai Kecamatan Lubuk Pakam

Selain itu terdakwa juga dijerat pasal  2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (esa)