Kapoldasu, Gubsu dan Kasdam Tinjau Banjir di Kabupaten Sergai

Sumut74 Dilihat

METRO24JAM, SERGAI  – Ribuan rumah di Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, terendam banjir dan warga pun terpaksa mengungsi di posko pengungsian.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang mendapat laporannya adanya ribuan rumah terendam banjir langsung menurunkan personel Polri, TNI, BPBD dan pemerintah daerah untuk membantu evakuasi masyarakat korban banjir serta mendirikan pos bantuan.

Ribuan paket sembako, perlengkapan pakaian langsung disalurkan kepada warga yang terdampak banjir karena meluapnya Sungai Bedagai akibat tingginya intensitas curah hujan.

BACA JUGA :  Sidang Perdana TSO Dimulai, Razman Minta DPRD Palas Terima Tim Hukum TSO Demi Hindari Gugatan Hukum

Untuk memastikan warga yang mengungsi posko dalam keadaan sehat, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Kasdam I/BB Brigjen TNI Purwito Hadi Whardono, menyambangi lokasi banjir Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdangbedagai, Kamis (18/11).

Kedatangan Kapoldasu, Gubsu dan Kasdam I/BB disambut langsung Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya dan Kapolres Serdangbedagai AKBP Ali Machmud.

BACA JUGA :  TP-PKK Paluta Peringati HKG Ke 51 Tahun 2023

Setibanya di posko pengungsian yang lokasi tepat di samping sungai, Kapolda Sumut, Gubsu, Kasdam I/BB dan perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) melihat langsung kondisi Sungai Bedagai yang nantinya akan di normalisasi dan di pasang tanggul. Kemudian meninjau posko dan berdialog dengan warga yang terdampak banjir.

“Saya sebenarnya sudah dengar banjir ini sekitar dua minggu yang lalu. Untuk itu, saya bersama Kapoldasu datang kemari selain ingin menyerahkan bantuan juga ingin menyelesaikan permasalah banjir di Kabupaten Sergai,” kata Gubsu, Edy Rahmayadi.

BACA JUGA :  Kecelakaan Beruntun di Tol Belmera, 2 Truk dan 2 Mobil Pribadi Ringsek, Sopir Truk Patah Kaki

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan pemerintah akan mencari jalan keluar. Tapi warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) harus rela pindah.

“Kalau tidak ini akan terus-terusan banjir begini, karena perwakilan BWS yang saya bawa sudah pegang uang untuk mengerjakan sungai, tapi akan terhambat kalau rakyatnya yang berada di DAS tak mau pindah,” pungkasnya. (arm)