Kabaharkam Polri Perkenalkan Helm Smart Di Markas Poldasu

Sumut76 Dilihat

Satuhati.co | Medan – Untuk percepatan penanganan Virus Corona atau Covid-19, Operasi Yustisi dan pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak di wilayah Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri Komjen Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja dengan memperkenalkan Helm Smart kepada personel Poldasu, Selasa (29/9/2020).

Kabaharkam Polri didampingi Kapoldasu Irjen Martuani Sormin menjelaskan bahwa helm smart atau helm pintar itu digunakan untuk mengecek suhu tubuh setiap personel di Mapoldasu.

BACA JUGA :  2 Hari Hanyut di Sungai Deli, Mayat Fauzan Ditemukan Pemancing

Kepala Bagian Pengendalian Operasi (Kabagdalops) Biro Operasi Poldasu AKBP Hilman Wijaya menyebutkan, helm Smart tersebut dibeli dari RRC.

Dikatakan Kabagdalops, helm Smart ini akan digunakan para personel untuk mengecek suhu tubuh setiap orang yang beraktivitas di luar rumah.

“Jadi, personel tidak perlu menggunakan alat suhu atau thermal. Sebab dengan adanya helm pintar tersebut, personel sudah bisa mengecek suhu tubuh setiap orang melalui kamera yang telah dipasang di helm,” ujar Hilman.

BACA JUGA :  Ayan Kumat, Pemancing Tewas Nyemplung ke Sawah

Lanjut Agus mengatakan, kedatangannya atas perintah Kapolri terkait percepatan penanganan Covid-19, operasi yustisi, dan pengamanan Pilkada serentak 2020.

Agus menyebutkan, selain fokus pada pendisiplinan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan, Polri juga fokus pada pemulihan ekonomi dalam hal ketahanan pangan

Salah satunya yakni dengan cara mendukung dan programkan pendirian Kampung Tangguh Nusantara di setiap Polda di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  3 Kuli Bangunan di Perbaungan Luka, Jatuh dari Lantai 3

Agus mengingatkan pentingnya keamanan dan keselamatan anggota Polri saat bertugas di lapangan, para anggota Polri harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

“Tolong benar-benar dicek anggota yang terjun di lapangan adalah anggota yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan, sehingga anggota kita tidak tertular, dan tidak menularkan kepada masyarakat,” pungkas Agus.                   (Edi Sukarno/ kc)