MEDAN – Masjid At-Taqwa kampus I UMA Jalan Kolam Medan Estate diramaikan umat Muslim untuk melaksanakan shalat Iduladha 1446 H/ 2025 M pada Jumat (6/6/2025).
Pada sholat Iduladha itu tampak
hadir keluarga besar Universitas Medan Area (UMA) mulai Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) Drs HM Erwin Siregar MBA, Sekretaris Yayasan Dr Akbar Siregar MSi.
Hadir juga Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc, Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pembelajaran Sherlly Maulana, ST, MT, Wakil Rektor Bidang Mutu SDM dan Perekonomian Dr. Dedi Sahputra, S.Sos, MA, Wakil Rektor Bidang Minat Bakat dan Karir Dr. Rizkan Zulyadi, SH, MH, Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom Asean, Eng, APEC, Eng.
Selain itu tampak juga hadir Direktur Pascasarjana Prof Dr Ir Retna Astuti Kuswardani, MS, Ketua Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian Prof Ir Zulkarnain Lubis, MS, PhD, para dekan, kepala biro, kepala lembaga, dosen dan pegawai di lingkungan UMA.

Khatib Prof H Hasanuddin, PhD (ketiga kiri) foto bersama Ketua YPHAS Drs HM Erwin Siregar MBA, Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc, Dr. Rizkan Zulyadi, SH MH, Prof Ir Zulkarnain Lubis, MS, PhD, dan Dr Abdul Haris, SAg, MSi usai sholat Iduladha di Masjid At Taqwa Kampus 1 UMA.
Para unsur pimpinan yayasan dan rektorat serta civitas akademika UMA lainnya itu berbaur bersama warga di sekitar kampus tersebut melaksanakan Shlata Iduladha yang diimami Alhafiz M Nazri SPd.I, MPd dan khatib Prof H Hasanuddin, PhD.
Pada perayaan Iduladha itu yang digelar dengan sholat berjamaah juga dirangkai dengan penyembelihan hewan kurban sebanyak 31 ekor terdiri dari 22 ekor lembu dan 9 ekor kambing.
Rektor UMA Prof Dadan Ramdan
usai sholat mengatakan, pesan-pesan yang bisa diambil dari Iduladha adalah keteladanan dan ketaatan Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS) dan Nabi Ismail AS dalam melaksanakan perintah Allah SWT apapun perintahnya.
Disebutkannya, umat Islam harus siap mental untuk berkurban. Segala yang dimiliki harus ikhkas mengorbankannya sebagai bukti keimanan kepada Allah SWT.
“Itu sudah dicontohkan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Jadi kita harus aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti siap berkurban untuk agama Allah SWT dan syiar Islam,” unkap rektor.
Menurutnya, UMA selalu berkomitmen menjaga dan melaksanakan keteladanan Nabi Ibrahim yang diaplikasikan dalam kehidupan kampus.
Terbukti keluarga besar UMA bersama Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim selalu menyisihkan sebagian dananya untuk berkurban sapi atau kambing.
“Ini menjadi salah satu bukti kita meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam kesiapan berkurban. Mudah-mudahan ke depannya penyembelihan hewan kurban ini berlanjut dan terus meningkat,” imbuh Prof Dadan.
Prof Hasanuddin dalam khutbah Idul Adhanya bertema “Aktualisasi Keteladanan Ibrahim Alaihissalam” mengatakan, Nabi Ibrahim adalah sosok pribadi yang sukses dalam memimpın keluarganya. Sehingga menjadi keluarga yang memiliki visi-misi yang benar dan mampu berlayar mengarungi bahtera kehidupan di atas visi-misi mulia itu.
“Keluarga Ibrahim adalah keluarga muwahhid. Visi akherat, ketaatan dan keikhlasan yang dibangun Ibrahim menjadikan istrinya, Sarah, Hajar dan putra-putranya selalu tunduk dan taat melaksanakan perintah Allah, walaupun perintah itu berat sekalipun,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi UMA ini.
Disebutkannya, sikap sabar dan tawakkal yang kokoh selalu menjadi solusi dari semua kisah tugas berat kepada mereka. Komunikasi yang baik antarmereka juga menjadikan semua tugas berat itu dapat dilalui dengan penuh kesabaran dengan ending yang penuh kebahagiaan.
Dalam khutbahnya Prof Hasanuddin mengatakan, saat Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah untuk berjalan dari Palestina menuju Makkah bersama Siti Hajar dan anaknya, mereka tunduk dan patuh.
Padahal itu perjalanan yang jauh
dengan tempat pergunungan penuh berbatuan, pasir yang tandus, kering tanpa ada penghuni dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Mantan Dekan Fakultas Psikologi UMA ini juga mengisahkan kepatuhan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah berikutnya yang lebih mengagetkannya
Ketika tiba di lembah Bakkah, datang perintah Allah kepada Ibrahim untuk meninggalkan istri dan anaknya di lembah tersebut.
Ketika Ibrahim melangkah pergi, istrinya Siti Hajar mengejar Ibrahim dan bertanya apakah itu
perintah Allah. Dan diakui Ibrahim.
Hajar berhenti mengejar, tidak bertanya lagi dan berkata, “Jika ini perintah Allah, pergilah wahai Ibrahim karena pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kami di sini,”
Menurut Prof Hasanuddin,
itulah momentum akal berhenti di hadapan perintah wahyu. Keraguan menjadi keyakinan dan kepasrahan tanpa pertanyaan.
Inilah watak dari kerja iman. Keyakinan selalu melampui batas kemampuan akal. Hingga akhirnya Allah memberi solusi instan atas ketundukan, ketaatan dan kepasrahan itu dengan munculnya mata air kehidupan yang tidak pernah berhenti mengalir hingga kini yaitu air zam-zam.
“Sejak itulah Makkah menjadi simbol arah kehidupan baru umat manusia karena ada Ka’bah yang menjadi pusat peribadatan dengan jutaan orang datang setiap tahunnya,” kata Prof Hasanuddin,
Seiring waktu, ketika Ismai tumbuh menjadi remaja yang menggemaskan, tiba-tiba datang perintah dari Allah untuk menyembelihnya. Dengan tangannya sendiri.
Ibrahim dan keluarganya mampu melaksanakan perintah ini. Keteladanan dalam ketundukan, ketaatan, kesabaran dan sikap tawakkal dalam menjalani perintah Allah kembali ditunjukkan Ibrahim dan keluarganya.
Bahkan anaknya Ismail dengan suara tegas dan tanpa gentar, berucap di hadapan bapaknya: “Duhai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, engkau insyaAllah akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. AshShaffat Ayat 102)
“Semua perintah Allah iti dilaksanakan Ibrahim dengan ikhlas dalam memimpin keluarganya dan mendidik mereka dengan pendidikan tauhid,” ungkap Hasanuddin.
Usai sholat Iduladha, seluruh jemaah sarapan bersama dan dilanjutkan penyembelihan hewan kurban.
Wakil Ketua II BKM At Taqwa UMA Dr Abdul Haris, SAg, MSi menjelaskan, pada tahun ini penyembelihan hewan kurban sebanyak 31 ekor terdiri dari 22 ekor lembu dan 9 ekor kambing.
Abdul Harisdidampingi Sekretaris Dr. Fauzi Wikanda, M.Pd.I, dan Koordinator Bidang Ibadah dan Kemakmuran Masjid Dr Riski Pristiandi, MPemI,l menyebutkan, daging kurban itu selain dibagikan kepada kaum muslimin, staf dan dosen juha warha di sekitar kampus. (swisma)






