Kembangkan Program Inovatif, Kapus Sambirejo Siap Berbenah Bersama Nakes

News147 Dilihat

Langkat – Kepala Puskesmas (Kapus) Sambirejo Dahlia SST MKes siap berbenah. Bersama tenaga kesehatan (Nakes) di sana, ia akan membangun manajemen dan kinerja pegawai yang lebih baik lagi. Dahlia juga meminta maaf, atas ketidaknyamanan selama meminpin di fasilitas kesehatan (Faskes) ini.

 

Kritik dan saran dari masyarakat dan pihak-pihak lain, dijadikan motivasi dan informasi positif bagi sosok pimpinan puskesmas ini. Dahlia pun siap untuk berbenah bersama nakes yang bertugas di Faskes tersebut.

BACA JUGA :  15 Tahun Menanti, Bobby Nasution Jawab Keluhan Warga Bahorok

 

“Saya minta maaf atas kekurangan dan kehilafan saya selama memimpin. Jika ada manajemen dan kinerja yang kurang baik selama ini, saya akan berbenah besama nakes, agar Puskesmas Sambirejo bisa lebih baik lagi kedepannya dan meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat,” kata Dahlia, Kanis (17/4/2025) sore.

 

Tak hanya itu, Dahlia juga mengucapkan terima kasih dukungan positif dari berbagai pihak. Hal ini, dinilainya sebagai masukan dan dorongan untuk kemajuan sistem di puskesmas tersebut. Terlebih, dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan disiplin pegawai di sana.

BACA JUGA :  Dukung Ketahanan Pangan, Polda Sumut Panen Perdana Jagung dan Cabai Merah 

 

Wanita berkacamata ini, juga meminta nakes untuk mendukung semua program positif dan menciptakan inovasi. Khususnya dalam program prioritas keehatan di Puskesmas. Hal ini bertujuan untuk mendukung capaian standar pelayanan minumum (SPM) 12 indikator kesehatan.

 

“Program prioritas ini, seperti program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta menekan kasus penyebaran penyakit TB Paru atau TBC dan lainnya. Hal ini sesuai dengan Program Bapak Presiden Prabowo untuk memberantas penyakit TB Paru di Indonesia,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pj. Bupati: Langkat Siap Sukseskan PON XXI Aceh-Sumut

 

Selain itu, hal yang menjadi manajemen prioritas Puskesmas, diantaranya tentang menegakkan disiplin dan meingkatkan etos kerja. Sehingga, SPM 12 indikator kesehatan dapat terwujud dengan baiik. (Ahmad)