MEDAN — Kabar baik datang dari Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI). Kampus berbasis perkebunan ini resmi membuka Program Studi Magister Sosial Ekonomi Pertanian setelah memperoleh izin pemerintah melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 265/B/O/2026.
Kehadiran program magister ini menandai babak baru pengembangan pendidikan tinggi di ITSI, sekaligus memperluas pilihan studi lanjut bagi masyarakat yang ingin mendalami bidang sosial ekonomi pertanian secara lebih komprehensif.
Penyerahan salinan Surat Keputusan Menteri dilakukan pada Senin, 13 April 2026 oleh Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., yang hadir bersama Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kerjasama LLDIKTI Wilayah I, Dr. Rika Devi Yanti Nasution, S.H., M.H. Penyerahan ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pengembangan perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia.
Di pihak ITSI, salinan keputusan tersebut diterima langsung oleh Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik ITSI, Eka Bobby Febrianto, S.P., M.Si., serta Kepala Biro Rektorat ITSI, Marzuti Isra, S.E., M.E. Momen ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah langkah strategis yang menegaskan semakin besarnya peran ITSI dalam dunia pendidikan tinggi nasional, terutama pada bidang yang terkait erat dengan sektor perkebunan.
Program Studi Magister Sosial Ekonomi Pertanian hadir dengan orientasi yang sangat relevan terhadap kebutuhan masa kini. Dunia pertanian dan perkebunan modern tidak lagi hanya membutuhkan tenaga teknis, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu membaca dinamika sosial, memahami aspek ekonomi, menganalisis kebijakan, dan merancang strategi pembangunan yang berkelanjutan.
Karena itu, program ini diharapkan menjadi ruang pembinaan akademik bagi lahirnya lulusan yang siap menjadi analis, peneliti, konsultan, pengambil kebijakan, maupun praktisi yang tangguh.
Bagi ITSI, pembukaan program ini merupakan wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks.
Di satu sisi, sektor pertanian dan perkebunan Indonesia memerlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Di sisi lain, dunia kerja juga menuntut lulusan yang mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan lapangan. Dalam konteks itulah, kehadiran Program Magister Sosial Ekonomi Pertanian menjadi sangat penting.
Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, ITSI membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di bidang yang strategis ini.
ITSI mengajak calon mahasiswa untuk menjadi bagian dari generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan pertanian dan perkebunan nasional melalui pendidikan yang bermutu, relevan, dan berorientasi masa depan. (Red)






