MEDAN – Aspirasi mengenai pentingnya perlindungan hukum bagi guru saat menjalankan tugas mendidik dan menegakkan disiplin siswa mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang digelar Wakil Ketua DPRD Medan, H. Zulkarnaen SKM.
Kegiatan bertema “Urgensi Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z” tersebut berlangsung di SMK Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Jalan Asrama, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (20/6/2026).

Dalam sesi dialog, Guru SMP Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Suparman, menyampaikan bahwa banyak tenaga pendidik saat ini merasa khawatir ketika menjalankan fungsi pembinaan dan penegakan disiplin di lingkungan sekolah.
Menurutnya, tidak sedikit guru yang takut memberikan teguran kepada siswa karena khawatir dilaporkan secara pidana oleh orang tua.
“Ini bukan hanya persoalan saya pribadi, tetapi aspirasi banyak guru. Kami ingin mendidik dan membina siswa dengan baik, namun sering muncul kekhawatiran ketika harus menegakkan disiplin karena takut dipidanakan,” ujar Suparman.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas pendidikan karakter di sekolah. Bahkan, guru menjadi serba salah ketika menghadapi pelanggaran tata tertib yang dilakukan siswa.
Suparman berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi tenaga pendidik agar mereka dapat menjalankan tugas secara profesional tanpa rasa takut.

DPRD Medan Siap Teruskan Aspirasi Guru
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Medan H. Zulkarnaen SKM menyatakan perlindungan terhadap guru merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sehingga perlu mendapatkan dukungan regulasi yang memadai.
“Usulan mengenai perlindungan hukum bagi guru akan kami teruskan kepada pimpinan DPR RI untuk ditindaklanjuti. Guru harus mendapatkan perlindungan saat menjalankan tugas pendidikan, pembinaan karakter, dan penegakan disiplin di sekolah,” kata Zulkarnaen.
Selain perlindungan hukum, DPRD Medan juga berkomitmen memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan nasional.
Pancasila Tetap Relevan bagi Generasi Z dan Post Z
Dalam pemaparannya, Zulkarnaen menekankan bahwa Generasi Z dan Post Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, media sosial, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta derasnya arus informasi global.
Kondisi tersebut menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan yang memerlukan penguatan karakter melalui implementasi nilai-nilai Pancasila.
“Generasi muda saat ini sangat adaptif terhadap perkembangan teknologi. Namun mereka juga menghadapi tantangan berupa hoaks, disinformasi, intoleransi digital, hingga pengaruh negatif globalisasi. Karena itu nilai-nilai Pancasila tetap sangat relevan,” ujarnya.
Menurutnya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral yang mampu memperkuat persatuan dan menjaga identitas bangsa di tengah perubahan zaman.

Lima Peran Strategis Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kegiatan tersebut, Zulkarnaen menjelaskan sedikitnya lima peran penting Pancasila bagi Generasi Z dan Post Z, yaitu:
- Menjadi pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperkuat persatuan dalam keberagaman.
- Menjadi filter terhadap pengaruh negatif globalisasi.
- Menumbuhkan budaya demokrasi, toleransi, dan musyawarah.
- Menjadi landasan menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengajak para pelajar untuk memanfaatkan teknologi secara positif, bijak menggunakan media sosial, menolak penyebaran hoaks, serta aktif melestarikan budaya lokal.
Kota Medan Dinilai Sebagai Miniatur Indonesia
Pada kesempatan itu, Zulkarnaen menyebut Kota Medan sebagai miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan etnis.
Karena itu, implementasi nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kerukunan, toleransi, dan semangat gotong royong.
“Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata, baik di keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat maupun ruang digital. Dengan begitu kita bisa membangun generasi yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan,” tegasnya.
Pelajar Diuji Pemahaman Kebangsaannya
Kegiatan wawasan kebangsaan tersebut juga diisi dengan sesi interaktif dan tanya jawab mengenai Pancasila, UUD 1945, serta nilai-nilai kebangsaan.
Zulkarnaen mengaku bangga melihat antusiasme dan pemahaman para pelajar terhadap wawasan kebangsaan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru yang dinilai berhasil menanamkan pendidikan karakter dan semangat nasionalisme di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMK Swasta Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA), Dra. Armayanti M.Si, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Armayanti juga mengungkapkan bahwa sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp1,67 miliar pada Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu peningkatan sarana pendidikan, termasuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Menutup kegiatan, Zulkarnaen mengajak para pelajar untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Jadikan Pancasila sebagai pedoman hidup agar Indonesia menjadi negara yang maju, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya. (Red)






