Harga CPO Melambung, Berikan Dampak Laju Inflasi

Bisnis57 Dilihat

Medan. Harga CPO belakangan ini masih dalam tren naik. Di akhir pekan ini harga CPO kembali menjulang ke level 5.179 ringgit per ton, setelah sempat ditransaksikan di kisaran 4.660 ringgit di bulan November kemarin. Dampak dari kenaikan harga CPO tersebut jelas memberikan dorongan inflasi di tanah air. Karena produk turunannya seperti minyak goreng mengalami kenaikan harga.

Bahkan di bulan November kemarin, minyak goreng turut menjadi komoditas yang menyumbang laju tekanan inflasi.

BACA JUGA :  Berkontribusi Ketenagakerjaan, Huawei Raih Penghargaan Tertinggi di Naker Awards 2024

“Dan jika mengacu kepada PIHPS, harga minyak goreng curah di Indonesia rata-rata dijual di kisaran 18.400 per Kg. Terjadi kenaikan jika membandingkannya pada bulan September dikisaran 16 ribu hingga 17 ribu per Kg.

“Kala itu harga CPO masih berada dikisaran 3.800/3.900 ringgit per tonnya. Jadi memang kenaikan harga CPO belakangan ini dipastikan telah memicu terjadinya inflasi di tanah air,” kata Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin di Medan, Jumat (6/12/2024).

BACA JUGA :  Harga Emas Cetak Rekor Saat AS Kian Dekat Dengan Resesi, IHSG Dibuka Melemah

Kontribusi inflasi dari harga CPO kedepan akan sangat bergantung kepada sejumlah faktor. Namun, pembentukan harga minyak goreng tidak selalu linier dengan harga CPO.

Disaat harga minyak goreng terbilang mahal, maka pemerintah yang menggelontorkan minyakita dengan HET akan menahan laju kenaikan harga minyak goreng jenis lainnya. Jadi sekalipun harga CPO naik, tetap saja kita akan melihat bagaimana upaya pemerintah dalam mendistribusikan minyakita ke pasar.

BACA JUGA :  Durasi dan Frekuensi Gangguan Listrik Menurun, PLN Catat Kinerja Operasional Positif sepanjang 2024

Jika harga CPO masih melanjutkan tren kenaikan, maka dampak ke inflasi nantinya juga tidak akan sebesar sebelumnya.

Disisi lainnya, kenaikan harga CPO justru akan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, pemerintah, hingga petani nantinya. Harga TBS Sawit di tingkat petani mengalami kenaikan, ada aliran devisa masuk, hingga ada keuntungan bagi dunia usaha.

(red)