Maling Tewas Dihakimi Massa di Langkat

Sumut146 Dilihat

Satuhati.co | LANGKAT – Meski sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit, tapi nyawa SR alias Belong (43) tetap tak tertolong. Ia meregang nyawa akibat luka parah setelah digebuki massa karena kepergok pemilik rumah yang disatroninya.

Ceritanya Minggu (28/6/2020) sekira jam 03.00 wib, Belong beraksi menyatroni kediaman Suyanto alias Awen (35) di Kelurahan Perdamaian, kecamatan Stabat, Langkat.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Kolaborasi dengan Kemenkumham, Bentuk 5.700 Posbankum lewat PHTC Restorative Justice

Awalnya aksi nekat Belong berjalan mulus. Ia berhasil masuk dan mengambil satu unit hape. Tapi sial, saat mencari barang berharga lainnya, ia dipergoki Suyanto alias Awen yang hendak buang air kecil.

Melihat ada orang tak dikenal di dalam rumahnya, spontan Awen teriak maling, sementara Belong yang tak ingin tertangkap langsung kabur sembari menyerang Awen dengan senjata tajam.

BACA JUGA :  Ketua Koordinator Pusat SPII Ajak Publik Tetap Tenang Sikapi Isu yang Menimpa Akbar Himawan Bukhori

Warga yang mendengar teriakan Awen berhamburan keluar rumah. Belong yang mencoba kabur langsung ditangkap dan dihakimi hingga luka parah.

Aksi main hakim itu baru terhenti setelah pihak Polsek Stabat tiba di lokasi. Belong yang luka parah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Tapi beberapa jam dirawat, Belong menghembuskan nafas terakhirnya.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan

Kanit Reskrim Polsek Stabat, Iptu Andri G Siregar saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. (*/ok)