Kawasan Kota Tebing Tinggi Tergenang Banjir

Sumut154 Dilihat

METO24JAM, TEBINGTINGGI – Kawasan Kota Tebing Tinggi tergenang banjir sejak hari Minggu sore hingga Senin (22/11/2021). Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Bahilang. Sejumlah ruas jalan inti kota tampak masih direndam banjir hingga Senin siang dan mengganggu arus lalulintas.

Pantauan di sekitar kawasan Pasar Inpres Kelurahan Badak Bejuang, sejumlah pedagang yang lapaknya masih terendam banjir terpaksa menggelar dagangannya di kawasan pinggiran Jalan Veteran. Sejumlah personel Polres Tebing Tinggi terlihat berjaga-jaga mengatur lalu lalang kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir masih terjadi hingga Senin (22/11) dini hari. Petugas gabungan masih bersiaga di titik-titik banjir.

“Perkembangan terakhir banjir di Kota Tebing Tinggi, sebanyak 3.686 KK terdampak di 13 kelurahan. Ketinggian muka air berkisar 20 hingga 100 cm,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan kepada media, Senin (22/11).

BACA JUGA :  Tipu Rp 35 Juta, Seklur Sei Sikambing B Divonis 9 Bulan Penjara

Banjir di Kota Tebing Tinggi merendam Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Badak Bejuang, Mandailing, dan Pasar Baru di Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Kemudian, banjir juga menggenangi Kelurahan Brohol dan Bandar Sakti di Kecamatan Bajenis.

Selain itu, Kelurahan Satria dan Tambangan Hulu di Kecamatan Padang Hilir; Kelurahan Pabatu, Tualang, dan Persiakan di Kecamatan Padang Hulu; serta Kelurahan Sri Padang di Kecamatan Rambutan juga terdampak banjir.

BACA JUGA :  Camat Belawan Pangkas dan Mandikan Orang Dalam Gangguan Jiwa

BNPB melaporkan hujan intensitas ringan masih berpotensi terjadi di Tebing Tinggi pada hari ini dan besok. Oleh karena itu, masyarakat dan petugas masih bersiaga terhadap banjir susulan beserta dampaknya.

“Petugas juga menyiagakan apabila harus melakukan evakuasi warga menuju ke tempat yang aman,” ucap Abdul. (red)