SMeCK Hooligan Minta 40 Klub Pendiri PSMS Medan tidak Buat Gaduh

Sport7 Dilihat

www.tribunmerdeka.com/ – Medan. Kelompok suporter SMeCK Hooligan meminta 40 klub pendiri PSMS Medan tidak membuat kegaduhan di tengah tren positif yang sedang ditunjukkan Ayam Kinantan pada kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul kembali mencuatnya polemik terkait kepemilikan dan pengelolaan PSMS Medan.

Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, berharap persoalan yang sebelumnya juga sudah beberapa kali muncul tersebut tidak kembali menjadi pembahasan yang dapat mengganggu konsentrasi tim.

BACA JUGA :  Francesco Bagnaia Juara MotoGP 2022!

Menurutnya, pihak-pihak yang mengaku mencintai PSMS seharusnya lebih mengedepankan dukungan terhadap perjuangan tim di kompetisi kasta kedua sepakbola Indonesia.

“Aduh itu-itu saja dari dulu. Kalau cinta sama PSMS Medan dukung saja, apalagi mau dipermasalahkan,” kata Lawren.

Ia menilai persoalan terkait klub seharusnya tidak terus berulang, terlebih PSMS saat ini tengah menjalani kompetisi dengan target besar untuk meraih prestasi. “Karena sudah berulang kali itu-itu saja dipermasalahkan. Kita tidak mengerti apa maunya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Terpilih sebagai Ketua HAPKIDO Sumut, Tulus Sipahutar Targetkan PON 2024

Lawren juga mengingatkan agar polemik di luar lapangan tidak sampai berdampak terhadap suasana internal tim. Ia berharap para pemain dan manajemen tetap fokus menjalani pertandingan demi mencapai target yang telah ditetapkan.

“Enggak usah buat-buat begini, jangan sampai konsentrasi pemain buyar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lawren meminta pemain, manajemen, maupun seluruh elemen yang berkaitan dengan PSMS untuk tidak larut dalam persoalan tersebut.

BACA JUGA :  Eks Barcelona, Lord Martin Braithwaite Doyan Ayam Geprek Pedas Pakai Nasi!

Ia menilai fokus utama saat ini adalah bagaimana PSMS dapat mempertahankan performa positif dan bersaing untuk menjadi juara Pegadaian Championship 2026/2027.

“Kita berharap pemain, manajemen, dan tim tidak usah memikirkan itu. Pikirkan bagaimana kita bisa juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1,” pungkasnya.

(mdc/ril)