News

Tokoh Melayu: Jangan Biarkan Sejarah Langkat Putus Di Generasi Muda

MEDAN – Mata rantai sejarah dan budaya Melayu di Langkat dinilai harus terus dijaga agar generasi muda tidak kehilangan pemahaman terhadap akar sejarah daerahnya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Diskusi Pagi Pantai Timur Periode ke-39 yang membahas qanun adat dalam sejarah Kesultanan Langkat, Sabtu (8/8/2026).

Prof. Dr. Edy Ihsan, S.H., M.A., mengatakan sejarah Kesultanan Langkat dapat menjadi jembatan bagi generasi sekarang untuk memahami identitas dan akar budaya masyarakat Melayu.

“Generasi muda harus mengetahui sejarahnya. Kalau mata rantai sejarah terputus, kita akan kehilangan bagian penting dari identitas kita,” katanya.

Menurutnya, pelestarian qanun adat tidak cukup dilakukan dengan mengenang masa lalu. Penelitian, dokumentasi sejarah dan penguatan pendidikan budaya perlu dilakukan agar nilai-nilai Melayu tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Pandangan senada disampaikan Datuk Djohar Arifin Husin. Ia menilai adat memiliki nilai yang masih relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Menurut Djohar, nilai amanah, persatuan, musyawarah, penghormatan terhadap sesama dan tanggung jawab pemimpin merupakan bagian penting yang terkandung dalam adat Melayu.

Datuk Panglima Warta Diraja Kesultanan Langkat Azhari A.M. Sinik juga menilai pemahaman terhadap qanun adat penting untuk menjaga marwah Kesultanan Langkat.

Menurut Azhari, nilai-nilai seperti amanah, keadilan, musyawarah, persatuan dan penghormatan terhadap adat tidak semestinya berhenti sebagai bagian dari sejarah, tetapi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi kajian tersebut.

Ia menegaskan pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, tokoh adat, budayawan, masyarakat dan generasi muda.

Diskusi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat penelitian dan dokumentasi sejarah Melayu sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya Langkat. (Red)