Kabaharkam Polri Perkenalkan Helm Smart Di Markas Poldasu

Sumut22 Dilihat

Satuhati.co | Medan – Untuk percepatan penanganan Virus Corona atau Covid-19, Operasi Yustisi dan pengamanan pelaksanaan Pilkada Serentak di wilayah Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri Komjen Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja dengan memperkenalkan Helm Smart kepada personel Poldasu, Selasa (29/9/2020).

Kabaharkam Polri didampingi Kapoldasu Irjen Martuani Sormin menjelaskan bahwa helm smart atau helm pintar itu digunakan untuk mengecek suhu tubuh setiap personel di Mapoldasu.

BACA JUGA :  Doa Munajat Washliyah Sumut Membangun Training Center dan Asrama Pelajar di Nisel

Kepala Bagian Pengendalian Operasi (Kabagdalops) Biro Operasi Poldasu AKBP Hilman Wijaya menyebutkan, helm Smart tersebut dibeli dari RRC.

Dikatakan Kabagdalops, helm Smart ini akan digunakan para personel untuk mengecek suhu tubuh setiap orang yang beraktivitas di luar rumah.

“Jadi, personel tidak perlu menggunakan alat suhu atau thermal. Sebab dengan adanya helm pintar tersebut, personel sudah bisa mengecek suhu tubuh setiap orang melalui kamera yang telah dipasang di helm,” ujar Hilman.

BACA JUGA :  Menembus Lumpur dan Air Mata, Yayasan IAS Aljannah Bantu Korban Banjir di Tapsel

Lanjut Agus mengatakan, kedatangannya atas perintah Kapolri terkait percepatan penanganan Covid-19, operasi yustisi, dan pengamanan Pilkada serentak 2020.

Agus menyebutkan, selain fokus pada pendisiplinan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan, Polri juga fokus pada pemulihan ekonomi dalam hal ketahanan pangan

Salah satunya yakni dengan cara mendukung dan programkan pendirian Kampung Tangguh Nusantara di setiap Polda di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  Perobek Al-Quran Mesjid Raya Medan Divonis 3 Tahun Penjara

Agus mengingatkan pentingnya keamanan dan keselamatan anggota Polri saat bertugas di lapangan, para anggota Polri harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

“Tolong benar-benar dicek anggota yang terjun di lapangan adalah anggota yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan, sehingga anggota kita tidak tertular, dan tidak menularkan kepada masyarakat,” pungkas Agus.                   (Edi Sukarno/ kc)