Longsor di Batam, Empat Warga Tertimbun

News43 Dilihat

JAKARTA – Sedikitnya empat orang warga Kelurahan Tiban Batu, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, tertimbun longsor saat beristirahat di rumahnya pada Senin (13/1) pukul 01.30 WIB.

Ketiga warga tersebut kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan satu lainnya masih dalam proses pencarian.

Demikian disampaikan Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin (13/1/2025).

Disamping itu, sebanyak lima orang harus dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam dan delapan jiwa mengungsi atas peristiwa longsor yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil itu.

BACA JUGA :  Longsor di Padang Lawas, Empat Meninggal

Selain korban jiwa, tanah longsor juga menyebabkan lima rumah milik lima kepala keluarga rusak berat karena tertimbun material longsor.

“Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP bersama relawan dan perangkat kelurahan setempat bersama-sama melakukan upaya pencarian. Pada sore hari ini, korban ketiga berhasil ditemukan dan masih tersisa satu warga yang belum berhasil ditemukan. Tim juga mengerahkan alat berat dalam proses pencarian dan pertolongan tersebut,” jelas Abdul Muhari.

BACA JUGA :  Polsek Juhar Bersama Masyarakat Desa Mbetung Gotong Royong Perbaiki Jalan Longsor

Sementara itu berdasarkan informasi cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, wilayah Kota Batam dan sekitarnya masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan disertai petir hingga dua hari ke depan.

Merujuk pada informasi tersebut, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk mengantisipasi bencana susulan. Monitoring sungai dan tebing harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi di lapangan.

BACA JUGA :  RUU Provinsi Sumut Disetujui Menjadi RUU Usulan DPR RI

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam, warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng tebing direkomendasikan untuk mengungsi sementara hingga situasi dianggap aman oleh pihak terkait. (Rel/YS)