Jaksa Terima Berkas Perkara Pembakaran Rumah Wartawan 

Hukum76 Dilihat

MEDAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo menerima pelimpahan berkas perkara pembakaran rumah wartawan Sempurna Pasaribu, di Jalan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, Sumut.

“Benar, setelah kita lakukan pencarian di sistem, ada berkas yang masuk. Pelimpahan berkas ketiga tersangka itu diterima pada Senin (5/8/2024) lalu, oleh pihak Kejari Karo dari penyidik Polres setempat,” ujar Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut Yos A Tarigan SH MH saat dikonfirmasi via telepon seluler, Kamis (8/8/2024).

Selanjutnya, kata Yos, jaksa peneliti yang ditunjuk akan mempelajari berkas tersebut baik formil dan materiil. Dan penelitian berkas ini dilakukan untuk memastikan segala proses mulai dari penyelidikan, pemeriksaan, serta penyidikan sudah sesuai.

BACA JUGA :  Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Peningkatan Ruas Jalan Toba Samosir Ditahan Kejati Sumut

“Berkas ketiga tersangka nantinya akan diteliti oleh tim jaksa, dan dalam 14 hari kedepannya akan ditentukan kembali langkah selanjutnya,” sebut dia.

Pihaknya menyebut, berkas ketiga tersangka dibagi menjadi dua, dimana satu berkas perkara untuk tersangka Yunus Syahputra Tarigan (YST) dan Rudi Apri Sembiring (RAS). Sedangkan berkas tersangka BG alias Bulang, terpisah sendiri.

BACA JUGA :  Penemuan Mayat Terapung Di Sungai Membuat Warga Heboh

“Apabila ada perkembangan akan disampaikan lebih lanjut atau dapat langsung ke Kejari Karo melalui Kasi Intelijen Kejari Karo,” sebut Yos.

Sebelumnya, Polda Sumut menetapkan tiga orang tersangka masing-masing berinisial RAS, YST, dan BG dalam kasus pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu, di Jalan Nabung Surbakti, Kabupaten Karo, pada Kamis (27/6/2024) dini hari.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, menyebut tersangka BG berperan memberi perintah pembakaran. Sebagai orang yang memerintahkan dan membayar dua eksekutor pembakaran yakni tersangka YST dan RAS.

BACA JUGA :  Polda Sumut Sita 20 Kg Ganja Jaringan Sindikat Aceh-Medan, Tiga Tersangka Diringkus

“Tersangka memerintahkan dua eksekutor untuk membakar rumah korban Sempurna Pasaribu,” kata Hadi.

Dalam peristiwa kebakaran itu mengakibatkan empat korban jiwa, yakni Rico Sempurna Pasaribu, Efprida Boru Ginting (istri), Sudiinveseti Pasaribu (anak), dan Lowi Situngkir (cucu) pada Kamis (27/6/2024) dini hari.

Akibat perbuatan ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 187 KUHPidana tentang pembakaran yang menyebabkan tewasnya orang dan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. (Red)