Categories: Edukasi

Momentum Sumpah Pemuda Ke-97, Kasek SDN 101894 Tj Morawa Tekankan Rasa Kebersamaan dan Gotong Royong

TANJUNG MORAWA – Peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober menjadi momen penting dalam meneguhkan rasa semangat persatuan dan kesatuan.

28 Oktober 1928 menjadi hari yang bersejarah, dimana seluruh pemuda dan pelajar dari Sabang sampai Merauke berikrar untuk satu tekad kebangsaan
1. Kami putra putri Indonesia bertumpah darah satu tanah air Indonesia
2. Kami putra putri Indonesia berbangsa satu bangsa Indonesia
3. Kami putra putri Indonesia.menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa indonesia.

Peringatan Hari sumpah pemuda 28 Oktober 2025 lalu, menjadi bukti bahwa ikrar sumpah pemuda menjadi bagian dalam perjalanan bangsa indo esia.

Hal ini terlihat saat seluruh siswa/i Sekolah Dasar Negri no. 101894 kecamata tanjung Morawa kabupaten Deliserdang antusias dan tegas membacakan ikrar sumpah pemuda.

Rauli Nababan S.Pd selaku kepala sekolah tersebut, tampak terharu dan bangga melihat siswa didiknya dengan rapi dan disiplin mengikuti upacara hari sumpah pemuda di sekolahnya.

Rauli mengatakan momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 menjadi momen penting baginya, dimana selaku pendidik dirinya terus menanamkan kepada peserta didiknya supaya paham kenapa hari sumpah pemuda harus diperingati, apa latar belakangnya dan apa maknanya bagi kehidupan sehari-hari, khususnya di SDN 101894 ini.

Dirinya juga sempat bertanya kepada seluruh siswanya, peringatan hari sumpah yang keberapa upacara yang sedang dilaksanakan. Serentak seluruh siswa menjawab ke 97. Lantas ibu Kasek menambahkan, bahwa 97 tahun lalu pemuda dan pelajar dari Sabang sampai marauke berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya guna membangun bangsa Indonesia adil dan makmur.

“Untuk implementasi di kelas dan sekolah, saya dan segenap guru untuk menekankan kepada murid sekolah dasar 101884 khusunya, agar kompak, bergotong royong, memiliki rasa kepedulian, jangan sampai para murid dan para guru merasa ada yang lebih dari dirinya,” ujarnya.

Hal inilah yang selalu ditanamkan kepada murid dan guru di sekolah yang dipimpinnya. (AS)