KPPU Tinjau 2 Pasar, Pastikan Harga Bawang Putih

Bisnis29 Dilihat

MEDAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I bersama tim dari Perum Bulog Sumut, BI Perwakilan Sumut, Disperindag Sumut dan Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut turun ke dua pasar tradisional, Minggu (19/5/2024). Dua pasar tradisional yang ditinjau adalah Pasar Petisah dan Pasaraya MMTC.

Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas usai melakukan monitoring harga di Pasar Petisah Medan mengungkapkan, pemantauan dilakukan menyikapi harga bawang putih yang naik tinggi, jauh dari HET yang ditetapkan Bapanas Rp 32.000.

BACA JUGA :  Kunjungi Terminal LNG FSRU Lampung, Asosiasi Industri Jadi Saksi Penyaluran LNG

Dari hasil monitoring tersebut, tim masih menemukan kenaikan harga komoditas bawang putih dan bawang merah di pasar tersebut. Harga bawang putih dari hasil survei ada direntang harga Rp38.000, Rp40.000 hingga Rp42.000 per Kg. Sedangkan untuk harga bawang merah Rp50.000 hingga Rp52.000 per Kg,” ucapnya.

Terhadap temuan ini, Ridho selanjutnya akan mengecek ke pihak distributor atau importir, apakah memang ada kesulitan importir yang belum merealisasikan izin impornya.

BACA JUGA :  PTPN IV PalmCo dan Pemkot Medan Perkuat Sinergi Pembangunan Berkelanjutan

“Lalu di gudang apakah ada kesulitan mendapatkan barang atau malah ada penahanan pasokan di sana. Bawang merah juga masih tinggi Rp50.000-Rp52.000, ini karena barang diambil dari Jawa dan juga ini masalahnya cukup lama. Biasanya karena supply and demand dan permasalahan sempat banjir di Brenes yang membuat terganggunya pengiriman barang,” terang Ridho.

Di sisi lain, pantauan untuk harga gula pasir ada di bawah HET. Ridho sempat menduga harga tinggi ternyata masih murah di kisaran Rp17.000 untuk gula pasir curah. Padahal, di beberapa kota lain terpantau tinggi.

BACA JUGA :  Peringati Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Luncurkan Layanan HOSS

“Jadi ini masih dalam situasi memantau saja. Kalau di luar kota lain tinggi kenapa di sini masih terjaga harganya, karena yang menahan kenaikan harga lantaran penurunan daya beli masyarakat. Termasuk pasca lebaran harga tidak melonjak karena penurunan harga di masyarakat. Jadi memang harus cari cara agar masyarakat memiliki daya beli lagi,” tandasnya. (lub)